Museum Rahasia Bernama Kagum
Karya: Aqilah SalsabilahDi kepalaku ada museum kecil
yang tidak tercatat di peta mana pun.
Di sana, aku menyimpan caramu berbicara
seperti orang menyimpan benda purba yang tak terganti.
Aku mengagumimu bukan karena sempurna,
melainkan karena kau tampak utuh
meski dunia berkali-kali mencoba mematahkanmu.
Ada bunyi aneh setiap kau lewat,
seperti daun yang diam-diam belajar bertepuk tangan.
Dan aku,
menjadi seseorang yang paling sering kehilangan arah
hanya karena ingin menemukanmu sekali lagi.
Kau tidak tahu,
beberapa malam kugunakan hanya untuk mengingat
hal-hal kecil tentangmu
yang bahkan mungkin luput dari perhatianmu sendiri.
Mengagumi ternyata seperti menyalakan lilin di tengah hujan;
mustahil bertahan lama,
tetapi cahayanya cukup
untuk membuat gelap terasa lebih manusia.
Surabaya, 19 Mei 2026