Karya: Ardhiya Rahmi Maysharah
Aku berdiri di ambang senyapmu,
memungut cahaya yang luruh dari matamu
seperti embun yang enggan jatuh,
tapi akhirnya menyerah pada bumi.
Kau bukan sekadar yang kutatap,
kau adalah gelegak di dadaku yang pendiam
semacam rindu yang belum punya nama
tapi sudah lama bersarang.
Ada luruh dalam setiap langkahmu,
ada sendu yang justru membuatku
ingin terus memandang
tanpa perlu memiliki.
Mungkin mengagumi adalah bentuk cinta
yang paling jujur
tidak meminta,
tidak menggenggam.
hanya sembahyang dalam diam,
kepada seseorang yang bahkan
tak tahu ia telah menjadi
tempat pulangnya mataku.
Padang, 23 Mei 2026