Ardiva Dwi Zahara - Bapak (LCP 46)

📅 31 Mei 👁 Memuat...

Bapak

Karya: Ardiva Dwi Zahara


Angin mengangguk takzim pada kumandang adzan maghrib.
Edar pandangku terpaku pada aspal rusak di ujung barat.

Bapak pulang,
Menebus kembali senyum yang dilelang.

Meskipun Bapak tak pernah pulang dengan dasi,
Bapak menggenggam empat porsi nasi,
Sembari menenteng penat yang serasi.

Setiap malam,
Lidah Bapak kesakitan.
Ibu merengek lirih dari balik pintu reyot,
“Kenapa Bapak terlalu sering menjilat rupiah?”
“Karena Bapak tak akan mampu jika memakannya, bu.”

Di tengah rezim kebodohan ini,
Syukurnya Bapak tetap pintar.

Tahu betapa kotornya rupiah,
Ia tak mau mati tersedak.

Dasar Bapak,
Pergi dengan gelaran bismillah,
Pulang dengan getaran alhamdulillah.


Bandung, 28 Mei 2026