Barangkali, itu kagum
Karya: Zahrotul Fauziyatil MukarromahPagi itu angin berhembus pelan
di antara daun-daun yang berjatuhan
Danau memantulkan langit dengan tenang,
seolah tak pernah menyimpan rahasia apa pun.
Namun aku berbeda.
Sejak pertemuan singkat itu,
aku diam-diam sibuk menyimpan namamu
di tempat paling sunyi dalam hatiku.
Aku mengagumi caramu menatap dunia,
setenang seseorang
yang tidak pernah berniat melukai siapa pun.
Suaramu jatuh perlahan di telingaku,
seperti kicauan kecil
yang membuat hati ingin tinggal lebih lama.
Aneh,
kadang seseorang bisa terasa begitu dekat
meski belum pernah benar-benar dimiliki.
Dan sejak saat itu,
aku tahu satu hal
mengagumi ternyata bisa sesederhana
menunggu seseorang lewat dalam ingatan
tanpa pernah meminta ia menetap.
Pekalongan, 29 Mei 2026