Pernah ada, lalu tiada
Karya: Tiara AuliaAku pernah ada di sela napasmu,
menjadi nama yang kau simpan
di sudut paling hangat hatimu.
Dulu, tatapmu seperti malam
yang memeluk bulan tanpa ragu.
Namun waktu datang diam-diam,
mencuri kita dari doa
yang pernah kita rawat bersama.
Kini, aku tinggal sebagai bayang
di lorong ingatanmu yang berdebu.
Kau tidak melukaiku dengan pisau,
hanya melupakanku dengan tenang.
Aku masih memunguti sisa kita,
sementara hatimu belajar pergi.
Bila namaku lewat suatu hari,
jangan usir ia terlalu cepat.
Biarkan ia berbisik pelan:
aku pernah hidup di dadamu,
pernah berarti,
lalu tiada,
seperti lampu kecil yang padam
sebelum sempat kau panggil pulang
kembali dalam sunyi paling panjang
dan dingin malam ini sendirian lagi.
Medan, 29 mei 2026