Karya: Azhiim Mulki Ramadhan
Dulu kita seolah tak terpisahkan,
Langkah selalu sama, arah pun sejalan.
Cerita tak pernah habis dibagi berdua,
Senyum dan tawa, milik kita berdua.
Namun takdir membawamu pergi jauh,
Menempuh jalan baru, di kota yang lain.
Kita berjanji waktu takkan memisahkan,
Meski raga berjauhan, hati tetap satu ikatan.
Hari berganti minggu, bulan berganti tahun,
Kabar yang datang makin jarang terdengar.
Sapa yang dulu hangat, kini kaku diam,
Seperti cahaya perlahan hilang ditelan malam.
Kini jika berjumpa, tatapan pun berbeda,
Sapaan ragu, senyum yang tak sampai rasa.
Dua hati yang dulu begitu dekat,
Kini berhadapan, bagai orang yang tak kenal lekat.
Persahabatan indah yang pernah kita bangun,
Kini perlahan jadi asing dan hilang maknanya.
Dulu sahabat sejati, kini hanya nama kosong,
Terlupakan waktu, terpisah jarak dan rasa yang hilang.
Toboali, 24 mei 2026