Karya: Clara Nathania Azarine
bunga merah muda yang mekar di dalam senja
kelopaknya menari dalam bisu, terbawa oleh angin rindu
warna segar yang kian memudar, tak jadi alasan untuk tak mendengar.
tangkainya kuat menembus badai, namun tetap lembut disentuh
aku tak ingin memilikimu, namun akan selalu abadi dalam genggaman
dirangkai satu persatu, sedikit demi sedikit hingga menjadi satu yang indah
di antara sekian luasnya bumi ini, hanya mekarmu yang terpancar
biar kini kugenggam erat tangkaimu, walaupun penuh duri tajam
kutitipkan puisi ini pada desau angin, agar dapat menembus kelopak indahmu
dalam setiap bait yang kutulis, sempurnamu hadir sebagai diksi dan metafora yang menghidupkan jalan cerita walaupun akhirnya kau bukan menjadi milikku
sastra akan terus abadi menuliskan rasa kagumku padamu.
Gemolong, 6 Februari 2026