RERUNTUHAN BULAN JULI
Karya: Cut Maulidya HusnaAku menyimpan bulan Juli di arsip waktu yang berdebu,
bulan yang penuh pesan bisu dan langkah yang tak kembali.
Suatu ketika aku menyalakan lampu di ruang itu,
hanya untuk melihat huruf-huruf pudar
yang telah terlupakan di sudut obrolan.
Ada lorong panjang di kepalaku,
setiap langkah memantulkan gema
suara yang tak pernah memanggil
namun terus terulang seperti doa yang patah.
Pernah ada harap seseorang menoleh
melihat trofi di meja kayu,
yang lahir dari luka yang ditanamkan diam-diam,
dan keringat yang tak pernah dimintai kabar.
Aku—
bukan rindu, bukan sedih, bukan apa-apa.
Hanya kehampaan yang berjalan mengitari tubuhku.
Di dalam reruntuhan sunyi ini pernah ada rumah
yang menunggu kepulangan,
namun kini hanya puing-puing yang memeluk sunyi
dan tak ingin dibangun lagi.
Banda Aceh, 13 Juli 2024