Sajak Palung Mariana
Karya: Dinda Ayu NurlaeliDi rahim terdalam yang luput dari jemari cahaya,
Aku menetap dalam sunyi yang paling raya.
Ketika dunia merayakan megahnya surya,
Aku menjadi palung yang kau tinggalkan dirinya.
Kau titipkan segala rahasia dan genang mata,
Lalu melangkah mengejar gemerlap semesta.
Kini gulita mendekapku dalam keheningan abadi,
Menimbun kenangan kita yang perlahan mati.
Aku adalah palung yang paling kau lupakan,
Tempat terasing dari riuhnya sebuah ingatan.
Tak ada penyelam yang sudi datang menjenguk,
Hanya sepi yang kian dalam dan merunduk.
Kau kikis habis namaku dari dinding pikiran,
Membiarkanku terbuang di ruang tanpa batasan.
Menjadi fosil abadi di dasar samudera sepi,
Menunggumu kembali, meski mustahil terjadi.
Pemalang, 16 Mei 2026