Karya: Emila Baptista Varani
Aku benci ketika fajar tiba,
Ketika pagi tersenyum dan mentari pancarkan sinarnya.
Daksa enggan beranjak,
Hati bagai terpijak.
Bagaskara pancarkan sinar tanda bahagia,
Bertolakbelakang dengan hatiku yang kian hampa,
Menanti yang tak pasti,
Menunggu lalu jemu.
Tuan...
Kurasa cukup,
Lelahku bermain dengan rasa,
Kamu pun tak kunjung peka,
Mungkin memang kehendak semesta.
Tuan...
Memilikimu hanyalah angan,
Hati pedih sungguh tak berlawan,
Selamanya kita takkan pernah bersama,
Cukup bagiku mengagumimu dalam doa dan air mata.
Emparu, 15 Mei 2026