Karya: Eni parwanti
Ada yang diam-diam tercipta di sudut atma,
bahkan raga tak sempat mengartikannya.
Senyum itu datang, mengusik pikiranku,
renjana tiba-tiba menyala di kalbuku.
Suara tawamu seperti gita,
menyerukan rasa yang tak berani kusebut nama.
Namamu tak pernah keluar dari bibirku,
tapi senyumku hafal cara kau menciptakan terang di ujung malam.
Aku terpikat, sebelum sempat mengerti kenapa.
Dan biarlah kagum ini mati di kepalaku saja—
asal kau tetap jadi cahaya,
meski tak pernah tahu siapa yang menatapmu dari gelap sunya.
Jakart, 15 Mei 2026