Karya: finna lalibah
Dunia hanyalah panggung riuh, tempat jutaan langkah fana saling berkejaran. Namun di sela riuh itu, aku mengejamu dalam diam; serupa cahaya temaram yang menyelinap di celah jendela. Begitu tenang, begitu hangat, namun aksara tak mampu menjelaskan.
Engkau tak pernah berambisi menjadi kembang api yang meledak megah, lalu sirna di cakrawala. Kau memilih menjadi lilin kecil yang tabah, yang cahayanya sanggup mengusir legam hingga ke palung sukmaku yang paling dalam.
Menyaksikanmu pulang ke pelukan damai bagaikan menyesap bait demi bait buku favorit. Selalu ada makna baru yang lahir dari lengkung senyummu yang magis.
Bagiku, mengagumimu bukanlah perihal ambisi memiliki; melainkan seni menghargai satu nama yang melampaui segala keteguhan. Sebuah oasis di jantung gurun, satu hening di tengah bising. Mengetahui engkau ada dan terus bersinar, adalah anugerah semesta yang paling aku syukuri.
Karanganyar, 15 Mei 2026