Karya: Hanifatun Najwa
Danau dan Langit Biru
Dua kura-kura mulai berenang,
aku yang justru merasa tenang.
Mereka saling mengagumi,
kini aku hanya berdiri sendiri.
Waktu tak lagi bernyawa ketika aku melihatnya,
segalanya tampak berhenti dengan sendirinya.
Tak butuh waktu lama untuk aku mencatat,
semuanya terasa begitu hangat.
Memori masa lalu selalu datang kembali,
di mana pun aku berhasil berdiri.
Kadang, bentuknya seperti langit biru,
dan bisa juga seperti balon kuning kelabu.
Perlahan-lahan kubuka pintu gerbang,
kutemui sosok pria kecil yang tenang.
Kini cahaya rembulan mulai terlihat terang,
menyinari bumi yang malang.
Cilegon, 15 Mei 2026