Gayunk Kirana Daniswara - Hutang Maaf Sang Atma (LCP 46)

📅 16 Mei 👁 Memuat...
Hutang Maaf Sang Atma
Karya: Gayunk Kirana Daniswara


Kurasa diriku bagai berdiri di tengah hutan seribu wana,
‎Pohon-pohon tinggi menjulang menutup sinar Arunika,
‎Membawa kelam menyelimuti segenap penjuru.
‎ 
‎Pada satu Ātmā itu,
‎Aku berhutang berjuta kata pengampunan.
‎Aku sadar, luka yang kau pikul adalah sebab diriku.
‎Namun, apalah daya hamba, yang hanyalah manusia biasa,
‎Terbawa nafsu dan kurang waspada.
‎ 
‎Terlalu gegabah aku melangkah memilih jalan,
‎Tanpa menengadah, tak memandang rintangan yang menanti di depan.
‎Padahal, telah kau berikan isyarat dan petunjuk.
‎Terlalu cepat kakiku bergerak,
‎Tanpa memikirkan ke mana akhir akan membawa.
‎ 
‎Seharusnya aku tetap berlabuh di sini,
‎Di sisimu, bersamamu.
‎Walau jalan bertebar duri dan paku tajam,
‎Setidaknya hatiku damai dan aman bila ada kau di sampingku.
‎Namun… apalah dayaku.
‎ 
‎Bagaikan peribahasa, nasi telah menjadi bubur,
‎Aku tak kuasa memutar kembali roda takdir ke garis mula.
‎Bahkan, tiada pantas kiranya aku memohon mengulang segala yang berlalu.
‎ 
‎Hanya satu hal yang ingin kusampaikan:
‎Diketahuilah olehmu,
‎Jiwa yang rapuh ini tengah merindu dan membutuhkanmu.
‎Kembalilah…
‎ 
‎Seperti baris indah dari Cincin Hindia:
‎"Kita hampir mati dan kau selamatkan aku,
‎Dan ku menyelamatkanmu,
‎Dan sekarang aku tahu,
‎Cerita kita tak jauh berbeda."
‎Sekarang hanya doa yang sanggup kusampaikan ke angkasa,
‎semoga takdir kembali menautkan kita dalam satu jalan.
‎Meski waktu tak bisa diputar ulang,
‎kuharap kasih ini takkan pernah pudar,
‎tetap abadi bersemayam di sanubari,
‎hingga nanti… kita bertemu lagi.


Surabaya, 15 Mei 2026