Kota Tua dan Kamu
Karya: Fitri WijayaAngin semilir menerpa pipiku sore itu
Bangunan-bangunan tua berdiri megah memenuhi Kota Tua Jakarta
Sore itu, Kota Tua sedikit berbeda dari biasanya
Mungkin, ada kamu dan aku di dalamnya.
Kamu terlihat mengabadikan beberapa potong gambar
Jemarimu dengan handal menjepret dengan kamera kecilmu itu
Membingkai setiap sudut kota tua dengan apik bak profesional
Sedangkan aku di sana sibuk membingkai kita berdua.
Rambut coklat hazelnutmu yang menari diterpa angin
Lesung pipimu yang manis itu selalu membuatku berdecak kagum
Kacamata yang bertengger menambah indahnya bentuk matamu
Setiap ucapan "ayo" darimu menjadi bahan bakar semangat untukku.
Hingga di penghujung hari yang indah ini,
Kamu telah banyak membingkai sudut-sudut indah kota tua itu
Burung-burung gereja, gedung bersejarah, hingga toko klontong
Sedangkan aku membingkai senyumanmu di ingatanku, selamanya.
Aku bersaksi tepat di bawah indahnya lembayung senja waktu itu,
Bahwa ada yang jauh lebih memanjakan mata,
Ada yang jauh lebih membuat perasaan bersemi dan bermekaran,
Yakni senyummu yang senantiasa terbit saat kita bersama.
Semarak namamu bermekaran di angkasaku
Membersamai jajaran konstelasi di galaksi Bima Sakti
Semantik spektakuler paling akurat untuk menggambarkan dirimu,
Sang Tokoh Utama dalam setiap Syair-ku.
Palembang, 28 April 2026