Menyimpan Cahaya yang Tak Kumengerti
Karya: Ghenia Tasya NugrahaDi pagi yang biasa kulihat wajahmu dari jauh, kudeteksi langkah cepatmu,
waktu yang teratur: kuliah, kerja, pulang membawa senyum untuk orang tua, doa yang kau wujudkan lewat rutinitas.
Aku mengagumi caramu merapikan hari-hari penuh arah,
seperti bulan yang setia memberi cahaya tanpa tuntut.
Kau tak tahu ada yang menyimpan namamu di sela nafas,
yang menimbang kata saat senyummu lewat.
Aku menulis puisi di sela tugas,
menyisipkan namamu; surat itu hanya jadi abu di laci, takut terbaca.
Karena siapa aku dibanding kamu yang merancang masa,
siang-malam terikat tujuan untuk keluarga.
Kadang aku merasa kecil,
seperti koin usang jatuh di sela dunia.
Melihatmu membagi waktu antara mimpi dan tanggung jawab mengajarkanku tentang cinta yang bekerja tanpa sorak.
Mengagumi ini tak menuntut balasan; semoga bahagia melekat pada langkahnya.
Sampai kau menoleh, aku belajar sabar, syukur, dan merayakan kesederhanaanmu.
Tasikmalaya, 25 Mei 2026