Nama yang Pernah Pulang
Karya: Nuzrin Ika NaizuroIa menunggu tanpa janji,
pada sudut waktu yang tak lagi sama.
Nama itu masih singgah di kepalanya,
seperti rumah yang tak pernah benar-benar ditinggalkan.
Saudara bukan oleh darah,
namun oleh kebiasaan, tawa dan cerita.
Pernah ada di hidupnya, pernah menjadi tempat pulang paling sederhana.
Kini langkah itu berdampingan dengan orang lain,
membawa bahagia yang bukan lagi miliknya.
Ia belajar tersenyum dari jauh,
meski rindu sering datang tanpa izin.
Tak ada marah, hanya doa yang diam-diam,
agar kau baik- baik saja di dunia barumu.
Ia tetap disini, menyimpan kenangan ingin meminta kembali.
Karena rasa tak selalu tentang memiliki,
kadang hanya tentang mengikhlaskan seseorang yang pernah menjadi bagian hidup,
meski kini bukan lagi sandaran dan nama yang sama.
Sumenep, 17 Februari 2026