Asing di jalan yang sama
Karya: Gyisha Alfiatul MiftahDi sudut jalan yang mulai menua,
Aku menatap pagar rumahmu yang telah bersalin rupa.
Dulu, inilah tempat kita menghabiskan terbitnya matahari,
Kaki telanjang menggapai layang-layang yang meninggi.
Hari ini, kita bertemu di ketidaksengajaan.
Ada detak hangat yang mendadak muncul,
Sebait salam yang siap kuucapkan.
Namun sorot matamu membeku,
dan mengubur angan-angan
Dengan acuh langkahmu melesat begitu saja,
Seakan kita tak pernah saling mengenal.
Seketika, puing-puing memori terurai paksa.
Setiap riuh perjalanan kita,
luruh ditelan sepi yang tiba-tiba.
Ternyata waktu tak hanya melahirkan jarak,
tapi membekukan hangat yang pernah ada.
Kupaksa melangkah pulang,
membawa sesak dada yang rumpang.
Rupanya di kepalamu kita telah usai
Purworejo, 19 Mei 2026