Bab Yang Sengaja Tak Kuselesaikan
Karya: SENI RAGIL PAMUNGKASKulihat kau sedang berdebat dengan gerimis di luar jendela,
merapikan anak rambut yang basah dengan sisa jengkel di muka.
Hanya begitu sederhana.
Namun di sudut sini, dadaku seperti baru saja terhantam
oleh seluruh keindahan yang lupa dicatat oleh sejarah.
Mengagumimu adalah seni mengukur jarak yang paling presisi.
Aku harus cukup dekat untuk bisa mendengar tawamu yang lepas,
tapi harus cukup jauh agar debar jantungku tidak membuatmu menoleh
lalu merasa terganggu akan kehadiran ku
Kau adalah hari libur di tengah pekan yang melelahkan.
Melihatmu berjalan melintasi ruangan, tak ubahnya membaca bab terbaik
dari sebuah novel yang sengaja tak ingin kuselesaikan.
Aku sengaja menyisakan halaman terakhirnya,
agar aku punya alasan untuk terus kembali.
Biarlah begini aku tidak meminta ruang di hatimu,
tidak juga meminta namaku terselip di antara doamu yang panjang.
Cukup jadilah konstan di sana sebagai satu-satunya hal indah
yang berhak kunikmati tanpa perlu takut akan kehilangan.
Ngawi,19 Mei 2026