Sisa Nama
Karya: Harun Raphael LieDi rak waktu yang berdebu senja,
kusimpan mimpi yang tak lagi bernyawa;
pernah ia mekar bagai cahaya,
kini luruh perlahan bersama usia.
Ada tangan yang setia menjaga,
menadah hujan agar aku tak terluka;
namun saat langkah sampai ke puncaknya,
jasanya tenggelam di riuh dunia.
Ada pula diriku yang dahulu bernyanyi,
mengejar mentari tanpa takut sepi;
kini hilang di lorong ambisi,
menjadi asing bagi hati sendiri.
Maka kupungut kembali yang tersisih,
kenangan, syukur, dan kasih yang bening;
sebab yang paling pilu untuk diratapi,
bukan nama yang hilang dari memori,
melainkan hati yang lupa pulang pada jati diri.
Gunungsitoli, 30 Mei 2026