Malam yang menyebut namamu
Karya: Putri Ramadhanimalam menadah langit yang dipenuhi bintang
laut membentangkan sunyi yang tak bertepi
di antara keduanya, kau berdiri
serupa rahasia yang dititipkan bulan kepada dunia.
cahaya pucat jatuh di bahumu,
lalu bergetar di punggung ombak yang mencuri bayangmu
angin menyebut namamu berulang kali,
seolah takut keindahan itu hilang ditelan waktu
aroma asin samudera mengembara bersama angin
sementara ombak bersujud satu per satu di hadapanmu
bahkan bintang bintang yang biasanya angkuh di langit
tampak meredup, kehilangan keberanian untuk bersinar
aku mengagumimu dalam cara yang paling sunyi tanpa berharap menjadi alasan dibalik senyumanmu
maka kubiarkan namamu hanyut bersama ombak.
sementara kekagumanku tinggal sebagai gema di dada
abadi dan tak pernah terucap
sulawesi tengah, 30 mei 2026