Karya: Ina Ilena Asyhuriawati
Suara buku memulai hariku,
tulisannya menjadi cahaya kecil,
mata yang lembut membimbing langkahku,
etika berbicara tanpa suara.
Ilmunya menjaga pikiran,
dengan sabar menunggu setiap pertanyaan,
keraguan perlahan menghilang,
suasana kelasnya hangat seperti rumah.
Jejak pesantren ada di bahunya,
tanggung jawab tertera di setiap langkahnya,
pengasih memberi tanpa berharap imbalan,
ajaran yang mengikat hati.
Aku menyukai dalam diam,
kagum yang tidak perlu berisik,
rasa hormat dan rindu saling berhubungan,
hatiku terikat pada anak seorang kiai.
Bandung, 21 Mei 2026