Tentang Rasa yang Tak Pernah Kuberi Nama
Karya: Indri ClaudiaAku pernah menjadi rumah dengan lampu teras yang tak pernah padam.
Tempat dimana seseorang datang berulang kali membawa harap yang sama.
Ia mengetuk dengan sabar,
Sementara aku? memilih menjadi jendela yang cukup untuk memandang,
tanpa pernah benar-benar membuka.
Waktu berjalan begitu cepat bagaikan musim yang selalu berganti.
Dan aku memilih menjadi langit yang gamang menentukan warna.
Membiarkannya menetap diantara mendung dan cahaya, tanpa pernah menjanjikan hujan juga pelangi.
Hingga suatu hari, angin datang membawa kabar yang tak bisa kupahami.
Dan mengatakan bahwa ia sudah menanam bunga di taman yang lain.
Dan anehnya, harum bunga yang ia tanam di tamanku masih segar.
Memilih menetap di ruang yang selama ini kukira hampa.
Kini aku mengerti
Barangkali ada rasa yang diam-diam tumbuh di sela kebiasaan,
namun terlalu takut kuberi nama.
Hingga akhirnya ia pergi menjauh,
Dan aku baru menyadari
Bahwa, beberapa kehilangan lahir dari hati yang terlalu lama ragu
Enrekang, 20 Maret 2026