Karya: Intan ria arniati
Hari itu, aku sendiri tidak tau apa yang membuatku ingin mengenalmu.
Diantara begitu banyak manusia yang lalu lalang,
Entah mengapa hanya kamu yang mampu membuatku berhenti sejenak sekadar menatap, lalu kagum tanpa alasan yang pasti.
Awalnya aku berpikir, mungkin ini hanya perasaan biasa.
Namun semakin lama, aku mulai terbawa oleh perasaan yang datang tanpa aba-aba, tumbuh tanpa sebab, dan semakin hari semakin sulit aku pahami.
Aku yakin, mungkin kamu juga merasakan hal yang sama.
Aku menangkap sesuatu dari caramu menatap, dari senyum kecil yang seolah menyimpan makna.
Tapi ternyata, aku salah.
Semesta punya caranya sendiri untuk memberitahu bahwa tidak semua rasa harus berbalas. Bukan aku yang kamu pilih, bukan aku yang kamu genggam.
Semesta justru menuntun mu pada seseorang yang bukan aku.
Aku sempat kecewa, tapi kemudian aku belajar sesuatu, bahwa mencintai tidak harus memiliki.
Kini aku hanya bisa mendoakan mu dari jauh, melihatmu bahagia sudah cukup bagiku.
Meski kebahagiaan itu bukan bersamaku.
Aku tetap bersyukur, karena pernah merasakan perasaan yang sejujur dan setulus itu.
Semoga kebahagiaan selalu menyertaimu, dimanapun langkahmu berpijak.
Dan aku akan selalu mencintaimu, selamanya.
Pandeglang, 22 mei 2026