Karya: Julfah nabilah
Di kala malam sunyi menyapa langit menangis
Di antara riuhnya kepala dan hati yang rapuh
kehadiranku kini menjelma asing di balik nadimu
Mengapa aku masih menunggu hadirmu kembali?
Meski jejak langkah ku ukir bersama
Kini jalanku tak lagi sama,bayanganmu
perlahan memudar kelam meninggalkan kusendiri tanpa arah untuk pulang
serpihan kaca memecah tak terbendung
Mengingat janji yang dulu teramat agung
Benda yang diam menjelma saksi bisu
Saat jeritan maafku membentur kerasnya hati
Kini Kenangan hanyut terbawa arus
Aku merindukan hadirmu Tuan, pada sudut
Ruang yang terekam jejak tawa dulu
Menatap sunyi yang membeku tak berdaya
Di tengah lelahku menata arah
Langkah tertatih merindukan pulang
Namun,tepat saat ragaku runtuh senyap
Tepat saat rasaku masih utuh tersimpan rasa.
(Serang,22 mei 2026)