Renjana dalam Aksara Lirih
Karya: Kharisna Puspita SariDi sudut riuh, netraku mengeja tenangmu
Kau adalah adiwarna yang urung terbaca
Mengagumi dari seberang anila, caraku mendekap bayang
Sebab lisan ini mendadak kelu, terpasang gamang
Ingin kuuraikan saujana rasa yang kian membubung
Namun, jemawa ini runtuh sebelum sempat bersatu-padu
Aku hanyalah pemuja rahasia yang karib dengan sepi
Membiarkan debat ini mengendap, menjadi rona paling sunyi
Biarlah saujana ini bersemi senyap di balik dada
Menjelma remah doa yang mengetuk cakrawala
Sebab mengagumimu dalam batin adalah cara terbaik menjagamu
Meski tanpa terucap, namamu berkelindan di setiap sauh napasku
Yogyakarta, 27 Mei 2026