Aku Tidak Hilang, Hanya Dilupakan
Karya: Kurrotul AkyunKita pernah tumbuh
dari bangku sekolah yang sederhana—
dua nama yang dipertemukan waktu,
lalu saling menetap
di hati masing-masing.
Kau datang seperti rumah:
membuat segala luka terasa reda.
Aku mempercayaimu
seperti langit mempercayai senja
akan selalu kembali.
Namun manusia kerap berubah
secepat musim berganti arah.
Janji yang terdengar abadi
kadang hanya singgah
di bibir, bukan di hati.
Kau pergi tanpa penjelasan,
meninggalkan aku
pada lorong kenangan
yang tak selesai kutelusuri.
Sejak itu,
aku belajar bahwa tidak semua yang dicintai
akan tetap menetap.
Kini namamu masih hidup
di kepalaku yang paling sunyi,
sementara namaku mungkin
telah lama kautimbun
bersama kenangan
yang perlahan menjadi terlupakan.
Sumenep, 26 Mei 2026