Malam Perenungan Tiba
Karya: Mariatul kibtiaAngin kencang terasa
Hati dingin membeku
Tiada rasa tanpa liku
Begitu sunyi bagiku,
Renungan malam telah tiba,
Tanda-tanda akhir bersama.
Ambalanku terasa sunyi,
Air mata berlinang
Akhir dari kesedihan.
Merenung di tengah gelapnya malam,
Betapa mengaguminya malam itu
Hangat ku rasa, tawa ku paksa,
Semua terasa hampa.
Hadirlah kebahagiaan, datanglah keberhasilan
Tataplah kebanggan dan rasakanlah kekaguman.
Ambalanku adalah rumahku,
Rasa bangga, rasa kagum
Datang begitu cepat
Membuang rasa kesedihan yang mendalam.
Mengagumimu adalah kewajiban bagiku,
Tanpa mu aku tak bisa apa apa.
Pamukan utara, 29 Mei 2026