Kapten Bunga Jingga
Karya: Marsella OktavianiUjung senja cahaya jingga yang mendekat,
pancaran mata dan helaan napas berat.
Dialah kaptenku yang hebat.
Kapalnya menepi,
kompasnya bergerak rapi.
Dialah kaptenku yang bermimpi.
Jalan ini tak ditempuh sendiri,
ia percaya tak harus sempurna untuk jadi berarti,
tumbuh dan berjuang tanpa henti.
Kaptenku berdiri dengan warna jingga di dada.
Petualangannya menumbuhkan bunga.
Berkahnya tak pernah padam menyala,
tetap bersinar bak bunga jingga.
Aku menyebutnya Kapten Bunga Jingga,
pemimpin yang tegas juga hangat dalam sorotnya.
Tiap kelopak menggambarkan ingatan.
Dari aku, si pengagum tuntunan.
Awak kapal takkan hilang arah,
sebab mimpi dan genggaman ini masih nyata.
Rasa ini masih merekah,
harapan ini akan terus ada,
selama Kapten Bunga Jingga jadi penuntun cahaya.
Lubuklinggau, 30 Mei 2026