Imajinasi lem perekatku
Karya: Maulida Rynzee ViandriAku hanya menatapmu di balik layar itu,
menyaksikan kau tersenyum menyapa fansmu.
Menghidupkan sunyi duniaku,
menyusun kembali hati rapuh ini.
Kau bercahaya di atas panggung itu,
sedang aku hanya mengagumimu.
Di kasur kamar, tersadar akan tembok besar
yang menghadang kita berdua.
Bagaimana air dan minyak yang tak menyatu,
perbedaan yang menyadarkanku akan kenyataan.
Aku kalah dengan orang banyak di luar sana,
hanya menang di dalam imajinasi.
Walau begitu, kaulah lem perekat hatiku,
saat diriku selalu diremuk.
Kau mengembalikannya menjadi sempurna;
meski kau bukan milikku, kaulah lem berhargaku.
Bogor,16 mei 2026