MOCH FAHMI - Kulit kasar (LCP 46)

📅 18 Mei 👁 Memuat...

Kulit kasar

Karya: MOCH FAHMI



Tangan yang menorehkan peluh,
kini mulai kaku dimakan waktu.
Ditempa kerasnya perjuangan,
demi nafkah yang tak pernah menunggu.

Tiada jeda,
tiada keluh,
bagi pejuang keluarga kecil
yang memikul harapan di pundaknya.

Setiap detik adalah rupiah,
setiap hari adalah tanggung jawab,
karena ada perut yang harus terisi,
dan mimpi yang tak boleh padam.

Ayahku memang bukan orang berilmu tinggi,
namun ia mengerti arti kewajiban.
Ia tak pandai merangkai kata,
tetapi mahir menepati pengorbanan.

Kulitnya kasar oleh waktu,
telapak tangannya penuh cerita.
Namun di balik segala lelah itu,
tersimpan kasih yang tak bersuara.

Aku tak mengaguminya karena harta,
atau karena namanya dikenal banyak orang.
Aku mengaguminya karena ketegarannya,
yang berdiri meski dunia terasa berat.

Ini bukan sekadar rasa kagum,
bukan pula pujian yang sementara.
Sebab bagiku, ayah adalah bukti,
bahwa cinta terkadang bekerja dalam diam.

Aku melihat pahlawan setiap hari,
bukan di layar, bukan di panggung dunia.
Melainkan seseorang dengan kulit yang kasar,
yang kupanggil dengan bangga: Ayah.


Majalengka, 17 mei 2026