Karya: Muhammad fahri
Langkah yang tak pernah lagi terdengar
Langkah itu pernah bergaung di jalan sepi,
menyisakan jejak yang tak lekang oleh waktu.
Kini, hanya sunyi yang menjawab,
seperti bumi menutup rapat rahasia.
Aku mencari gema yang dulu hidup,
namun bisu menelan semua suara.
Langkah itu berubah jadi doa,
tertanam dalam tanah kenangan.
Tak lagi terdengar di telinga,
tapi bergetar di relung kalbu.
Keheningan pun punya bahasa,
mengajarkan ikhlas menerima kehilangan.
Langkah yang hilang suaranya,
tetap berjalan dalam jiwa selamanya.
Kayuagung, 23 Mei 2026