Aku cuma primata kecil yang berani bermimpi jadi lebah untukmu
Karya: Muhammad Friedson Rivaldo YusufDalam setiap larik kasar,
yang kutulis di bawah bintang berkilauan.
ditemani gemuruh ombak yang menyentuh bibir pantai seraya berkata:
"Kemarilah, datang dan temani diriku. Kan kuselimuti tubuhmu dengan ombakku."
Rasa kagum ini tak dapat kuutarakan dengan kalimat indah,
sebab engkau lebih indah dari hal yang paling indah.
Dan jika ingin kubayangkan dirimu,
engkau bak sekuntum bunga teratai di tengah Danau Toba.
Dan aku hanyalah primata kecil yang berharap menjadi lebah,
terbang menghampiri untuk menikmati sarimu.
Tapi takdir tetaplah takdir, Aku hanya primata kecil yang dapat mengagumi mekarnya bungamu dari jauh mata memandang.
Muna barat, Sulawesi tenggara, 20 Mei 2026