Rumah yang Kehilangan Pelukannya
Karya: Nabil Putri Karimahrumah ini masih berdiri
dengan dinding yang tak berubah
dan pintu yang tetap terbuka.
tetapi entah sejak kapan,
suara-suara di dalamnya
tak lagi terdengar menenangkan.
aku tumbuh bersama
piring yang beradu lebih keras dari tawa,
tatapan yang saling menghindar,
dan percakapan yang selalu berakhir dengan diam.
di rumah ini,
aku belajar bahwa tidak semua luka
meninggalkan lebam.
ada yang hidup
di mata seorang perempuan
yang terlalu sering menahan kecewa
demi mempertahankan sesuatu
yang perlahan runtuh juga.
sedangkan aku
hanya menjadi seseorang
yang pandai menyembunyikan sedihnya sendiri.
kadang aku iri
pada mereka yang menjadikan rumah
sebagai tempat pulang.
sebab bagiku,
rumah hanyalah tempat
di mana aku belajar tumbuh
tanpa benar-benar merasa utuh.
dan hingga hari ini,
aku masih tinggal didalamnya
bersama harapan kecil
bahwa suatu saat nanti
rumah ini kembali memiliki pelukan.
Lubuklinggau, 10 Mei 2026