Cahaya Tuan
Karya: Nadira Putri SaqillahAda cahaya yang tak sempat
dipungut senja,
sebab netramu lebih dulu
menyimpannya.
Tuan..
aku hanya seseorang yang sibuk
merangkai aksara, agar
namamu hidup lebih lama
di kepala.
Jika dunia terlalu riuh
untuk mendengar debar ini,
biarlah bait-baitku menjadi tempat paling sunyi
untuk menyebutmu berkali-kali.
Pada suara hujan yang mengetuk jendela.
Pada langit yang pulang bersama jingga.
Atau pada malam-malam panjang
ketika namamu tiba
menjadi satu-satunya doa.
Tuan..
andai namamu tak pernah kutemui,
mungkin larik tak akan
se-telanjang ini memahami hati.
Pangkalpinang, 18 Mei 2026