Karya: Nasrulloh
Kutatap langit senja yang membakar cakrawala,
bukan karena aku berhak atas warnanya
hanya karena mataku terbuka,
dan keindahan itu memilih untuk hadir.
Bunga di tepi jalan mekar bukan untukku,
ia mekar karena tabiatnya sendiri,
namun aku boleh berdiri sejenak,
membiarkan harumnya lewat tanpa kutangkap.
Aku bukan penyebab bintang-bintang bersinar,
bukan pula yang menjaga orbitnya tetap setia
namun malam ini aku mendongak,
dan kagum itu datang seperti hujan,
tanpa kuminta, tanpa kujemput.
Ada yang lebih besar dari usahaku,
ada keajaiban yang tak lahir dari tanganku
dan dalam pengakuan itu justru aku bebas,
bebas mengagumi tanpa mengklaim,
bebas bersyukur tanpa merasa berjasa.
Kekaguman sejati bukan milik yang kuat,
ia milik yang rela mengecil, yang tahu bahwa keindahan bukan hadiah atas kebaikannya,
melainkan anugerah yang melampaui seluruh layaknya.
Tangerang, 23 Mei 2026