Karya: Ni Putu Ratnama Anakya Pradnyani
Aku adalah mata yang terpaku dalam punggungmu,
Membaca setiap langkah yang menjauh dari ku.
Menghafal bagaimana cara mu tertawa,
Tanpa pernah berani menjadi alasan nya.
Di sudut meja yang paling sunyi,
Kau menatap dalam diam yang abadi.
Tersenyum ramah tanpa pernah jemu,
Menatap ku dari balik dinding kaca itu.
Kaca tebal ini menjadi batas yang sakral,
Antara dunia ku yang nyata dan rasa ku yang kekal.
Di bingkai itu, indah mu takkan pernah pudar,
Tetap menjadi detak yang membuat ku rindu berpijar.
Aku hanya bisa terpaku dan mengagumi,
Sosok abadi yang terjebak di lembar memori.
Biar ku simpan rapi seluruh indah mu disana,
menjadi rahasia terindah yang takkan pernah menua.
Denpasar, 15 Mei 2026