Karya: Nur Rahmi Habari
Di ujung jalan yang sepi dan sunyi ini
Aku berdiam diri dengan secarik kertas dan pena
Memandangi garis cakrawala nan indah di ujung sana
Dengan merangkai satu persatu bait yang ada
Angin malam kembali berhembus menusuk tubuh
Seperti caramu berpamitan tanpa kata selesai
Sejenak merenung menanti raga yang telah hilang
Tapi kembali tersadar raga itu tak pernah menoleh ke arahku
Tiga bulan berlalu dengan hati yang masih utuh
Tiga bulan pernah mati,lalu hidup lagi
Perihal melupakan akulah"si paling mahir"
Singkatnya,belajar melupakan adalah mengikhlaskan
Lamunan kembali menyadarkanku,bahwa kau hanya tamu sementara aku rumahnya
Bahwa angkasa tak pernah mati hanya karna satu bintang
Aku layaknya samudra yang menanti tanpa aba-aba
Dan kamu layaknya angin yang lupa arah pulang
Ambon,23 Mei 2026