Karya: Raissa Mumtaz
Lembar lamaku bagaikan rembulan
yang berharap laut berhenti pasang
Kasih, selama itu pula
penantianku tak kunjung datang
Hingga akhirnya aku tersadarkan,
rinduku tak lagi memiliki tujuan
Alamat yang dulu tertulis jelas atas namamu,
kini perlahan menghilang
bersama gema yang tak lagi satu frekuensi
Tanyakan pada sang rembulan
Betapa aku pernah bergitu cemburu pada malam,
yang selalu berhasil mendekapmu dalam-dalam
Tanyakan pula pada daun yang terjatuh
Betapa aku pernah begitu cemburu pada angin,
yang bebas menyentuh wajahmu tanpa izin
Penantianku tak kunjung bersambut
Bahkan tidak juga oleh sehelai rambutmu
Maka izinkan aku mengukir namamu
di bagian terakhir paragraf ini
Melipatnya bersama harapan
juga mimpi-mimpi indah di dalamnya
Kan ku simpan semuanya
dalam laci yang tak akan pernah ku buka lagi
Biarkan itu menjadi bagianmu
yang belum sanggup ku lupakan
Depok, 24 Mei 2026