Tidak Semua Rasa Harus Pulang.
Karya: RopitaAku mulai menikmati kesendirian
setelah aku mengenal matamu yang damai.
Menatapmu seperti tetesan hujan
yang turun perlahan di musim panjang,
menenangkan segala gaduh
yang bersembunyi di kepalaku.
Aku tak pernah berani mengucapkan
rindu secara utuh.
Sebab namamu saja
sudah cukup membuat jantungku
bergetar diam-diam
di setiap malam yang rapuh.
Di antara begitu banyak manusia
yang singgah lalu menghilang,
hanya senyummulah yang menetap
bagai cahaya redup di ujung malam,
menjadi alasan kecil namun berarti
mengapa aku tetap kuat bertahan.
Aku mengganggumu tanpa meminta balasan,
seperti langit menjaga bulan
agar tetap bersinar sampai pagi.
Kadang aku ingin menjadi angin,
supaya bisa singgah sebentar
di dekatmu tanpa menganggu.
Tidak semua rasa
harus memiliki akhir yang indah.
Ada cinta yang di ciptakan
hanya untuk dipandang, didoakan,
lalu disimpan perlahan
dalam hati paling dalam.
Padang, 17 Mei 2026