Salwa Salsabilah Putri - Nyaris (LCP 46)

📅 18 Mei 👁 Memuat...

Nyaris

Karya: Salwa Salsabilah Putri


Barangkali,
beberapa orang memang diciptakan
bukan untuk datang dengan gemuruh,
melainkan untuk menetap perlahan
seperti hujan yang meresap diam-diam
ke dalam tanah yang lama kekeringan.

Ia tidak pernah benar-benar meminta perhatian.
Duduknya biasa saja,
tatapannya pun tidak sibuk mencari siapa-siapa.
Namun anehnya,
dunia selalu terasa sedikit berubah
setelah keberadaannya lewat.

Ada orang-orang
yang suaranya mudah dilupakan waktu.
Tapi ada pula
yang bahkan diamnya
masih terdengar lama setelah perpisahan.

Ia termasuk yang kedua.

Kadang hidup mempertemukan manusia
bukan untuk saling memiliki,
melainkan untuk meninggalkan bekas—
tipis,
namun cukup dalam
untuk membuat seseorang mengingat
bahkan pada hari-hari yang paling sibuk.

Dan begitulah ia tinggal.
Di antara aroma kopi yang mulai dingin,
di sela dalam lagu-lagu
yang mendadak terdengar lebih menyakitkan dari biasanya.

Padahal tidak pernah ada janji.
Tidak ada kalimat besar tentang cinta.
Tidak ada tangan yang benar-benar saling menggenggam.

Lucunya,
manusia sering kali mampu melupakan luka besar,
tetapi gagal melupakan
seseorang
yang nyaris menjadi rumah.

Mereka tentang seseorang
yang tak pernah sempat dimiliki,
namun telah lebih dulu menetap
di bagian paling dalam diri.


Surabaya, 18 Mei 2026