LUKISAN TUA di UJUNG LORONG
Karya: Sekar PujiantiLukisan tua di ujung lorong,
berdebu,
usang,
tak lagi dipandang.
Indahnya tak lagi dikagumi,
maknanya tak lagi dihargai,
kisahnya hilang tersapu angin,
seakan dulu dia tak pernah hadir.
Dia bukan lagi bintang utama,
hanya sekedar pengisi latar,
namanya sudah tak terdengar,
seperti barang antik terlupakan.
Dia pernah berharga pada masanya, membawa cerita penuh bahagia,
lewat visualnya yang indah,
meski kisah dibaliknya penuh luka.
Namun waktu mengikis segalanya.
Dulu dengan syair ia disanjung,
coraknya buat sebagian orang tersenyum,
tapi sekarang...
hanya ada sunyi yang bersenandung dan gelap yang menjadi teman kandung.
Lukisan tua di ujung lorong,
sungguh malang nasibmu,
tak ada balas warna yang kau terima,
hanya dijadikan pajangan usang kelabu yang terlupakan.
Garut,25 Mei 2026