Atma Nestapa
Karya: YasminAtma Nestapa
Raga yang hadir tak lagi memiliki nyawa
Perlahan tersapu oleh pawana
Hampa,sunyi seperti rumah tanpa denyut nadi
Semua sedu sembilu
Dimanakah kumpulan rasa yang dahulu prasaja?
Arunika menyeka lembut pada wajahku
Berusaha menopang kembali jiwa yang jatuh berceceran
Membangkitkan buntara yang hampir padam
Walaupun perih lara masih tertinggal
Ia terlupakan dan tersapu bersama aroma kesombongan
Aku masih menatapmu dengan kacamata itu
Kacamata harapan pada asmara
Yang samar-samar menyatu dengan lembayung
Setitik harapan masih kupikul
Walaupun duka lara yang lebih sering muncul
Mungkin semua tak lagi sama
Takkan pernah kembali sediakala
Namun sekecil apapun harapan,bukankah tidak pernah sia-sia?
Ku tak mau bertekut lutut pada nestapa
Walaupun telah sampai pada batas lelah
Surakarta,25 Mei 2026