TEDUH NETRA YANG BERBEDA
Karya: Sella Miranda SilabanLangkah yang tak lagi searah,
kamu datang bagai siluet senja.
Hadir tenang, indah, tanpa banyak kata,
mengikut pandang mata yang kian merekah.
Apakah ini ketulusan cinta?
Atau sekadar bayang semu yang tidak nyata.
Terlihat rupa yang menyiksa lara,
namun netramu begitu teduh mempesona.
Bagai bait syair lagu berirama,
meninggalkan kagum yang tak terkira.
Sajakku kini bergema dalam angan,
merintih perih yang meresahkan.
Aku terpanah pada asmara yang tak tersampaikan,
ketika bahagia itu mustahil untuk kugapai.
Namun asa, rasa, dan pasrah menjadi derita,
menahan rindu dalam sepi yang menyiksa.
Kupinta kau dalam doa,
memohon arah kepada Sang Pencipta.
Semoga kelak, kau dan aku menjadi kita.
Bekasi, 25 Mei 2026