Semesta Sengaja Menciptakanmu
Karya: TIAN ARLIWIJAYADi antara riuh dunia
dan manusia yang saling berlomba menjadi hebat,
kau hadir tanpa perlu banyak suara,
namun mampu membuat hati paling keras sekalipun
belajar jatuh kagum dengan sederhana.
Matamu bukan sekadar tatapan,
ia seperti rumah
bagi seseorang yang lelah pada dunia.
Senyummu pun tidak berlebihan,
tetapi cukup untuk membuat
langit yang muram terasa memaafkan segalanya.
Aku sering berpikir,
mungkin semesta terlalu berhati-hati saat menciptakanmu.
Sebab caramu bicara begitu menenangkan,
caramu peduli begitu tulus,
dan caramu hadir
selalu berhasil membuat banyak luka terasa kecil.
Kepadamu, aku mengerti
bahwa mengagumi tidak harus memiliki.
Sebab beberapa manusia
memang diciptakan hanya untuk dikagumi,
seperti senja yang tak bisa digenggam
namun selalu dirindukan.
Dan jika suatu hari
semesta meminta alasanku tetap bertahan,
maka namamulah
yang akan kusebut paling akhir—
karena setelah mengenalmu,
aku percaya bahwa keindahan
benar-benar pernah hidup di bumi.
Sragen, 16 Mei 2026