Rumah yang tidak pernah pergi
Karya: Vina khoirotun khisanAku pernah menjadi tempat
bagimu pulang saat dunia terasa melelahkan.
Namaku kau sebut lembut,
seolah aku rumah
yang tak akan pernah kau tinggalkan.
Kita pernah menanam tawa,
janji kecil di bawah langit sore,
dan mimpi sederhana
tentang hari esok yang bahagia.
Namun waktu perlahan berubah.
Kau pergi tanpa banyak kata,
meninggalkan sepi
yang tinggal terlalu lama di dada.
Kini namamu masih hidup
dalam lagu lama,
aroma hujan pertama,
dan kenangan yang datang diam-diam
di tengah malam.
Aku belajar bahwa kehilangan
bukan hanya tentang perpisahan,
tetapi tentang menjadi kenangan
bagi seseorang yang masih kita anggap rumah.
Dan aku tetap di sini,
menjadi tempat yang menunggumu pulang,
meski kau telah lama
menetap di hati orang lain.
Pekalongan, 19 Mei 2026