Aku Pernah Sedekat Itu dengan Langit
Karya: Zulva Hidayatillah EngelenAyat demi ayat
pernah hidup di dalam dada,
tumbuh bersama air mata,
lelah yang tak pernah bersuara,
serta kecewa yang kupeluk diam-diam.
Dulu, aku pernah sedekat itu dengan langit.
Setiap lafaz terasa hangat,
menenangkan hati yang rapuh dan gelisah.
Namun dunia datang
dengan gemerlap yang memalingkan pandangan.
Aku mulai lalai,
membiarkan hafalan itu jatuh
sedikit demi sedikit
hingga akhirnya hilang tanpa jejak.
Kini malam terasa lebih sunyi.
Aku mencari diriku yang dulu,
yang pernah begitu mencintai ayat-ayat-Nya,
namun perlahan tersesat
oleh langkahku sendiri,
dan lupa jalan pulang menuju cahaya.
Makassar, 26 Mei 2026