Di Antara Doa dan Ragu
Karya: Adzra Dhiya Apira EdisonDi setiap fajar yang menyapa,
ada dua pasang tangan yang terangkat,
menitipkan namaku
pada langit yang tak pernah lelah mendengar.
Kalian tak pernah meminta banyak,
hanya berharap aku mampu menyelesaikan apa yang telah kupilih,
melangkah hingga garis akhir dengan langkah yang teguh.
Aku mengangguk, tersenyum seolah semuanya baik-baik saja.
Padahal ada keraguan yang tumbuh diam-diam di dalam dada,
tak pernah berani kuberitahukan.
Bukan karena aku tak ingin mewujudkan harapan itu,
melainkan karena aku takut kenyataan berjalan
lebih lambat daripada doa-doa kalian.
Sering kali ingin kukatakan, "Ma, Yah... bagaimana jika
aku belum sekuat yang kalian bayangkan?"
Namun setiap kali kata itu hendak lahir,
aku memilih memeluknya dalam diam.
Maka izinkan aku berjalan dengan segala lelah yang kupunya,
dengan segala air mata yang kusembunyikan.
Sebab di antara doa kalian dan raguku sendiri,
aku masih belajar percaya bahwa setiap langkah
yang tulus akan menemukan waktunya.
Jika kelak aku tiba,
meski tak secepat yang diimpikan,
semoga kalian tahu, aku tidak pernah berhenti berjuang.
Karena setiap langkahku selalu menuju satu tujuan:
membuat kalian tersenyum bangga,
meski jalanku tak selalu sesuai rencana.
Jambi, 26 Juni 2026