Halaman yang Tak Lagi Dibaca
Karya: Ahmad NawawiDi rak waktu yang berdebu,
namaku tergeletak seperti buku tua
yang tak lagi dibuka oleh musim.
Padahal dahulu,
aku adalah halaman yang paling sering kau baca,
tempat kau menyimpan tawa, harap,
dan rahasia yang tak berani kau ucapkan pada dunia.
Lalu waktu datang sebagai pencuri yang halus.
Ia menggeser wajahku dari ingatanmu,
sedikit demi sedikit,
hingga yang tersisa hanya samar.
Kini aku mengerti,
terlupakan bukanlah hilang sepenuhnya.
Ia hidup sebagai gema yang jauh,
tak terdengar, namun tak benar-benar mati.
Dan jika suatu hari kau menemukan namaku kembali
di antara kenangan yang berserakan,
biarkan aku tetap menjadi cerita:
bukan untuk dimiliki,
melainkan untuk dikenang bahwa aku pernah ada.
Banjarmasin,3 juni 2026