LENTERA DI UJUNG MALAM
Karya: AHMAD SAKHA ABDILLAHDi antara sujud yang panjang,
aku pernah menitipkan satu harapan
pada malam yang sunyi. Suaraku bergetar, jiwaku terdiam, memohon setitik cahaya di tengah gulita kehidupan yang menyelimuti langkahku. Hari-hariku kulalui dengan tabah, menanti secercah fajar, meski ragu sesekali. Namun, malam tidak selamanya abadi. Ia datang mengetuk hati yang nyaris sesat di arah.
Perlahan, sebuah lentera menyala di ujung kegelapan, membimbing langkah yang sempat tersesat. Saat itulah kusadari, Tuhan tak pernah membiarkan doa berjalan sendiri. Ia menjaganya dalam diam hingga tiba pada waktu yang paling tepat. Doa yang dulu hanya berupa bisikan, doa itu bukan sekadar kata-kata yang terucap kepada Tuhan, melainkan rintih yang perlahan menjelma ketenangan. Kini, hatiku menjadi ruang yang lapang, tempat syukur tumbuh seperti taman yang dihiasi bunga-bunga yang tak pernah layu.
(Tanah Laut, 25 juni 2026)